Kapolres Aceh Tengah Sambangi PWI, Bangun Sinergi Demi Demokrasi Sehat

Kapolres Aceh Tengah Sambangi PWI, Bangun Sinergi Demi Demokrasi Sehat

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhammad Taufiq, S.IK, MH, melakukan kunjungan ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tengah pada Kamis pagi (17/07). Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi antara kepolisian dan insan pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Dalam suasana santai dan penuh kehangatan, diskusi ringan mengalir di antara tegukan kopi khas dataran tinggi Gayo. Di hadapan jajaran pengurus PWI Aceh Tengah, AKBP Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya peran pers dalam mendukung kinerja institusi kepolisian.

“Bagi saya, pers bukan hanya mitra, tapi pengawal moral publik. Dalam menjalankan tugas menjaga kamtibmas, kami butuh media yang independen, kritis, namun juga adil dan berimbang,” ujar Kapolres yang sebelumnya menjabat Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Aceh.

Ia menyatakan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi terbuka dengan insan pers selama masa pengabdiannya di Aceh Tengah. “Mohon dukungannya selama kami menjabat di Aceh Tengah,” imbuhnya.

AKBP Taufiq juga mengapresiasi kinerja wartawan yang senantiasa menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalistik seperti kebenaran, keberimbangan, dan etika.

“Teman-teman jurnalis, khususnya dari PWI Aceh Tengah, terus menjadi mata hati masyarakat lewat informasi yang mendidik, bukan memecah belah. Menjadi penyampai kabar, tapi juga menjadi penenang di tengah kegaduhan informasi,” katanya.

Ia menegaskan, di era digital saat ini, tugas pers tidak hanya mengabarkan fakta tetapi juga menjaga nalar publik agar tidak terjebak dalam disinformasi.

“Pers bukan sekadar pengawas, tapi juga pemandu. Mari kita berjalan beriringan, membangun suasana yang kondusif, menjaga kepercayaan publik, dan saling menguatkan demi kemaslahatan masyarakat Aceh Tengah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Aceh Tengah, Kurnia Muhadi, menyambut hangat kunjungan Kapolres. Menurutnya, kehadiran pucuk pimpinan kepolisian di kantor PWI merupakan bentuk penghargaan terhadap profesi wartawan sekaligus sinyal positif untuk menjalin sinergi yang konstruktif.

“Kami melihat, Kapolres sangat memahami dinamika kerja jurnalistik. Ini membuat kami optimistis bahwa ke depan, ruang kolaborasi akan semakin terbuka luas demi menghadirkan informasi yang akurat dan membangun,” ujarnya.

Kurnia menambahkan bahwa kehadiran pers yang profesional dan bertanggung jawab adalah aset penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mengawal kebijakan publik.

“Hubungan harmonis dan komunikasi adalah bagian dari jembatan penyelesaian masalah, bukan sekadar kanal penyebar informasi,” tutupnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi tonggak awal terciptanya sinergi kuat antara aparat penegak hukum dan insan pers di Aceh Tengah, demi menciptakan ruang publik yang sehat, informatif, dan kondusif. (***)